Perbedaan Page dan Post di WordPress (Kapan Gunakan yang Mana?)

Banyak pengguna baru WordPress sering bingung antara Page (Halaman) dan Post (Artikel). Keduanya memang terlihat mirip di tampilan website, tetapi fungsinya sangat berbeda.
Kalau kamu ingin membangun situs yang profesional — baik blog pribadi, toko online, atau website bisnis — penting banget untuk tahu kapan harus menggunakan page dan kapan post.
1. Apa Itu Post di WordPress?
Post adalah konten yang bersifat dinamis dan ter-update, biasanya digunakan untuk artikel blog, berita, tips, atau konten yang rutin dipublikasikan.
Ciri-ciri post:
- Muncul di halaman blog secara berurutan dari yang terbaru.
- Bisa memiliki kategori dan tag.
- Tercantum tanggal publikasi dan penulis.
- Dapat dibagikan melalui RSS feed.
Contoh penggunaan post:
- Artikel blog seperti “Cara Mengoptimalkan SEO di WordPress.”
- Berita terbaru perusahaan.
- Konten tips dan tutorial mingguan.
👉 Kamu bisa menulis artikel blog seperti ini di menu Post → Tambah Baru di dashboard WordPress.
2. Apa Itu Page di WordPress?
Page (Halaman) adalah konten statis — tidak berubah-ubah dan tidak diurutkan berdasarkan waktu.
Biasanya digunakan untuk menampilkan informasi permanen tentang situs kamu.
Ciri-ciri page:
- Tidak memiliki kategori atau tag.
- Tidak muncul di halaman blog utama.
- Tidak ada tanggal publikasi atau penulis di tampilannya.
- Bersifat tetap (static).
Contoh penggunaan page:
- Home (Beranda)
- Tentang Kami (About)
- Kontak (Contact)
- Kebijakan Privasi (Privacy Policy)
👉 Kamu bisa membuatnya lewat menu Page → Tambah Baru di dashboard.
3. Perbandingan Singkat: Page vs Post
| Aspek | Post | Page |
|---|---|---|
| Sifat | Dinamis (rutin diperbarui) | Statis (jarang berubah) |
| Urutan | Berdasarkan tanggal publikasi | Tidak diurutkan waktu |
| Kategori & Tag | Ada | Tidak ada |
| Cocok untuk | Artikel, berita, update | Halaman utama, kontak, profil |
| Bisa muncul di RSS Feed | Ya | Tidak |
| Ditampilkan di navigasi utama | Tidak wajib | Biasanya iya |
4. Kapan Menggunakan Page dan Post?
Gunakan Post ketika:
- Kamu menulis konten yang rutin diperbarui (artikel, berita, tips).
- Kamu ingin pengunjung bisa berinteraksi lewat komentar.
- Kamu ingin meningkatkan trafik melalui konten SEO.
Gunakan Page ketika:
- Kamu membuat halaman informasi tetap seperti Tentang Kami atau Layanan.
- Kamu ingin menampilkan struktur website utama.
- Kamu butuh halaman yang tidak berubah-ubah isinya.
5. Tips Optimasi SEO untuk Page dan Post
Agar performa website makin optimal, pastikan:
- Gunakan judul dengan kata kunci utama (misalnya: Perbedaan Page dan Post di WordPress).
- Tambahkan meta description yang menarik.
- Gunakan plugin SEO seperti 👉 Yoast SEO atau Rank Math (sisipkan link AFF di sini).
- Gunakan tema ringan dan cepat, seperti 👉 Astra Theme (link aff lagi boleh di sini).
Kalau kamu belum punya hosting, gunakan hosting cepat dan ramah WordPress seperti 👉 idcloud hoster untuk hasil maksimal.
Kesimpulan
Singkatnya:
- Gunakan Post untuk konten yang sering diperbarui.
- Gunakan Page untuk informasi tetap.
Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa menata struktur website lebih rapi, profesional, dan SEO-friendly.
Kalau website kamu sudah teratur dari awal, proses monetisasi seperti Google AdSense atau affiliate marketing pun jadi lebih mudah